MUARA TEWEH – Program Koperasi Merah Putih (KMP) yang dicanangkan pemerintah pusat, hingga kini belum berjalan optimal di daerah. Misalnya di Kabupaten Barito Utara (Barut), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Belum semua desa membangun gedung Koperasi Merah Putih.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Koperasi dan UKM (Disnakertrankop) Kabupaten Barut, M Mastur, mengakui masih ada 55 desa yang belum membangun KMP. Kendala dalam pembangunan KMP, sulit mencari lahan yang strategis dan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan untuk pembangunan.
Baca juga:
Wabup Ajak Masyarakat Barut Kawal Pembangunan Jembatan Garuda
Pemkab Barut Ciptakan 22.164 Lapangan Kerja Baru, Tingkat Pengangguran Menurun
“Yang dimaksud dengan strategis dan sesuai spesifikasi itu, seperti lahan yang bebas banjir dan siap bangun,” kata Mastur, Rabu (8/4/2025). Kendala lainnya adalah belum adanya kantor atau gerai yang refresentatif untuk operasional. “Keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan belum adanya perencanaan usaha sesuai potensi yang ada, juga menjadi kendala,” tambahnya.
Di sisi lain, keterbatasan permodalan dan anggaran Dana Desa yang mendukung operasional KDMP masih proses. Selain itu, adanya pengurus yang mengundurkan diri dan belum tersedianya anggaran untuk operasional, khususnya untuk koperasi kelurahan, juga menjadi kendala.
Berbagai kendala sudah dipaparkan Mastur saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Barut. “DPRD sudah menerima pemaparan kita terkait kendala KDMP, telah disimak dan ditampung oleh para anggota legislatif untuk nanti dipetakan dan dicari solusinya,” ujarnya. (VK13)


