PALANGKARAYA – Wakil Ketua III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Junaidi, mengingatkan seluruh pengelola dapur penyedia makanan bergizi gratis (MBG), di Kota Palangkaraya agar tidak lengah dalam menyiapkan menu bagi para siswa penerima program tersebut.
Pemilihan menu dan kandungan gizi merupakan aspek utama yang wajib diperhatikan oleh setiap dapur pengelola. “Seluruh dapur harus benar-benar berhati-hati dalam memilih menu. Jangan asal, tapi pastikan juga terpenuhi nilai gizinya,” ujar Junaidi, Minggu (5/10/2025).
Ia menekankan pentingnya penggunaan bahan makanan yang segar dan layak konsumsi. Mulai dari ayam, ikan, hingga bumbu dapur harus diperiksa secara ketat untuk memastikan kualitas dan keamanannya. “Ikannya, ayamnya harus segar. Bumbu jangan sampai ada yang kedaluwarsa. Ini harus diperhatikan agar tidak menimbulkan masalah kesehatan,” tambahnya.
Selain bahan makanan, kebersihan dapur dan lingkungan sekitar juga menjadi sorotan. Sanitasi yang buruk dan drainase yang tidak terawat, kata junaidi, dapat menjadi sumber masalah kesehatan bagi siswa. “Kalau sanitasi yang kurang, banyak lalat, itu bisa menempel ke makanan dan membawa bakteri penyebab keracunan. Lingkungan dapur harus benar-benar bersih dan tertata,” tegasnya.
Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar, DPRD Kalteng bersama Badan Gizi Nasional (BGN) akan terus melakukan pemantauan terhadap dapur-dapur penyedia MBG di lapangan. “Kita paham menjalankan dapur MBG ini tidak mudah, dan keuntungannya pun tidak seberapa. Tapi karena ini menyangkut kesehatan anak-anak kita, harus tetap dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” katanya. (VK1)


