PALANGKARAYA – Cuaca ekstrem sedang melanda sebagian wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng). Bahkan pada Selasa (25/3/2025) pagi, sejumlah bangunan di Kota Palangkaraya ambruk diterjang angin kencang. Di antaranya SMPN 9 Palangkaraya, rumah warga di Jalan Kalimantan gang Beringin, Pasar Wadai Ramadhan di Kompleks Sanaman Mantikei, bangunan ruko di G Obos V dan beberapa tempat lainnya.
Menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Tjilik Riwut Palangkaraya, dalam tiga hari ke depan masih berpotensi terjadi angin kencang disertai hujan lebat dan petir. “Secara umum, dari tanggal 25-27 Maret 2025, masih berpotensi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir atau kilat dan angin kencang,” kata Ika Priti, Prakirawan BMKG Stasiun Tjilik Riwut Palangkaraya, saat dihubungi voxkalteng.com, Selasa (25/3/2025) siang.
Dirincikan, daerah Kalteng yang berpotensi hujan ringan hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kecang, meliputi Kota Palangkaraya, Pulang Pisau, Kapuas, Katingan, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, dan Barito Timur.
Untuk wilayah pesisir, lanjut Ika, jika dilihat dari pergerakan awan cumulonimbus dan kelembaban udara, prakiraan hujan angin dan petir diperkirakan terjadi pada siang hingga sore. Sementara untuk wilayah utara, cuaca hujan angin dan petir serta angin kencang dapat terjadi pada malam sampai dinihari.
Terkait angin kencang di Kota Palangkaraya dan Katingan, pada Selasa (25/3/2025) pagi, Ika menjelaskan, berdasarkan analisis angin lapisan 3000ft terdapat sirkulasi siklonik di wilayah Kalimantan Tengah bagian utara, sehingga menyebabkan terbentuknya wilayah belokan angin dan konvergensi di wilayah Kalteng. Ini didukung kelembaban Udara di beberapa lapisan cukup basah, sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalteng, khususnya di Kota Palangkaraya.
Dilihat dari citra radar, pergerakan awan CB (Cumulonimbus) bergerak dari arah barat laut, pada pukul 05.30 WIB terjadi hujan sedang hingga lebat dan angin kencang dengan durasi yang cukup singkat. Ini terpantau di wilayah Kecamatan Bukit Batu kemudian bergerak ke arah tenggara menuju wilayah Jekan Raya, Pahandut dan Sabangau.
Kemudian dilihat dari data pengamatan radar di Stasiun Tjilik Riwut, untuk wilayah Pahandut angin kencang dengan durasi singkat dimulai dari pukul 05.58 – 06.16 WIB, dengan kecepatan angin berkisar 16-30 knot atau sekitar kurang lebih 60km/jam.
“Untuk 3 hari ke depan, waspada potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang di Kabupaten Katingan, Gunung Mas, Pulang Pisau, Kota Palangka Raya, Kapuas. Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan dan Barito Timur. Waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana yang ditimbulkan seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang,” pungkas Ika. (VK1)


