PALANGKA RAYA – Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Kalteng bersama Tim Percepatan Perluasan Tenaga Kerja (TPPTK) meluncurkan platform digital dayakkerja.id. Platform ini sebagai sarana untuk mempertemukan pencari dan penerima tenaga kerja di Kalteng. Banyak perusahaan swasta perkebunan yang sudah mendaftar di platform itu, untuk menampung tenaga kerja.
Terobosan positif ini mendapat respons positif dari kalangan anggota DPRD Kalteng. Menurut anggota Komisi II DPRD Kalteng, Noor Fazariah Kamayanti, peluncuran platform dayakerja.id merupakan terobosan penting dalam mempercepat modernisasi tata kelola ketenagakerjaan di sektor perkebunan.
“Sistem berbasis digital itu mampu menghadirkan pendataan tenaga kerja yang lebih rapi, mutakhir, serta saling terhubung antarperusahaan. Dayakerja.id memberikan jawaban atas kebutuhan pendataan pekerja yang cepat, transparan, dan terintegrasi. Ini sangat membantu pemerintah dalam memantau kondisi ketenagakerjaan dan merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran,” kata Noor Fazariah, Minggu (23/11/2025).
Legislator Dapil V Kapuas dan Pulang pisau tersebut menambahkan bahwa manfaat aplikasi ini tidak hanya dirasakan pemerintah, tetapi juga perusahaan perkebunan yang selama ini harus melakukan pelaporan data secara manual. Ia menilai efisiensi administrasi akan meningkat dengan adanya sistem pelaporan terpusat dan fitur pemetaan tenaga kerja yang lebih komprehensif.
“Perusahaan kini bisa melaporkan data pekerja dengan lebih mudah dan cepat. Fitur-fitur yang tersedia juga membantu meningkatkan kualitas pengelolaan tenaga kerja di lapangan,” jelasnya. Fazariah Kamayanti berharap platform tersebut dapat diberlakukan di seluruh perusahaan perkebunan di Kalimantan Tengah. Ia menilai percepatan digitalisasi di sektor ini tidak bisa lagi ditunda mengingat tantangan industri yang semakin kompleks.
“Jika seluruh perusahaan dapat mengadopsinya, saya yakin sektor perkebunan Kalteng akan semakin siap menghadapi era digital. Ini adalah langkah strategis untuk menciptakan tata kelola ketenagakerjaan yang tertib dan berkelanjutan,” kata kamayanti
Ia pun mengajak pemerintah daerah, Disbun, serta pihak perusahaan untuk bersinergi mengoptimalkan penggunaan aplikasi tersebut demi meningkatkan efektivitas pelayanan dan kesejahteraan tenaga kerja di Bumi Tambun Bungai. (VK1)


