PALANGKARAYA – Program Sekolah Rakyat yang dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, mendapat dukungan kalangan DPRD Provinsi Kalimantan Tenngah (Kalteng). Menurut Ketua Komisi III DPRD Kalteng Sugiyarto, pemerintah daerah perlu merespons program itu dan mendukungnya secara penuh.
Perlu langkah persiapan matang. Di antaranya pemetaan wilayah untuk menentukan daerah yang perlu mendapat prioritas. “Pemerintah daerah harus benar-benar mempertimbangkan daerah mana yang sangat-sangat memerlukan. Ini penting agar pembangunan tepat sasaran dan memberi dampak langsung,” katanya, Selasa (27/5/2025).
Dia mengatakan, untuk itu pemerintah daerah harus memperhatikan skala prioritas dalam menentukan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di daerah ini. Hal ini dilakukan agar Sekolah Rakyat nantinya bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang ada di pelosok daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Prinsipnya kami sangat mendukung. Perangkat daerah terkait harus segera bergerak proaktif, berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota,” ucapnya.
Sugiyarto juga berharap, program Sekolah Rakyat ini bisa berlanjut secara bertahap hingga merata ke seluruh wilayah di Kalimantan Tengah.
Dia menilai, setiap kabupaten dan kota berhak mendapatkan porsi pembangunan yang sama demi pemerataan pendidikan sehingga ke depan masyarakat Kalimantan Tengah bisa memiliki daya saing yang kuat.
“Harapannya ke depan tidak hanya tiga daerah saja. Secara bertahap, semua kabupaten dan kota di Kalteng harus bisa mendapat kesempatan yang sama,” ujarnya.
Sugiyarto juga mengungkapkan, pihaknya selaku mitra pemerintah daerah siap mendukung penuh terhadap rencana pemerintah pusat yang akan membangun tiga sekolah rakyat di Provinsi Kalimantan Tengah.
Dia menilai, program Sekolah Rakyat tersebut harus disambut cepat dengan langkah konkret oleh pemerintah daerah sehingga dalam pelaksanaannya tidak ditemukan kendala.
“Prinsipnya kami sangat mendukung. Perangkat daerah terkait harus segera bergerak proaktif, berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota,” kata Sugiyarto. (VK1)


