PALANGKARAYA – Kalteng Putra FC dipastikan terdegradasi ke Liga 3 musim kompetisi 2024/2025. Klub sepakbola dari Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) itu mustahil bertahan di Liga 2.
Penyebabnya, para pemain sudah meninggalkan klub sejak Jumat (26/1/2024). Mereka bubar sehari menjelang laga kontra PSCS Cilacap, yang akan digelar pada Sabtu (27/1/2024). Ketidakhadiran pemain akan membuat klub mendapat sanksi pengurangan 3 poin, serta denda.
Posisi Kalteng Putra FC saat ini berada di peringkat 4 alias juru kunci grup D play-off degradasi Liga 2 musim kompetisi 2023/1/2024). Grup D sementara dipimpin Persipura Jayapura dengan 7 poin, peringkat kedua PSCS Cilacap 6 poin, peringkat tiga Persekat Tegal 5 poin dan peringkat empat Kalteng Putra dengan perolehan poin 4.
Jika absen di laga kontra PSCS Cilacap, maka Kalteng Putra dihukum pengurangan 3 poin sehingga hanya tersisa 1 poin. Kalteng Putra FC didera konflik antara pemain dan manajemen akibat buruknya performa tim.
Pihak manajemen menahan gaji pemain akibat tim ini tak mampu bersaing di Liga 2. Padahal manajemen memasang target naik ke Liga 1 musim depan. Alih-alih naik ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, tim berjuluk Laskar Isen Mulang (Pasukan Pantang Mundur) ini malah terseok-seok di dasar klasemen, sehingga harus menjalani babak play-off hanya untuk bertahan di Liga 2.
CEO Kalteng Putra FC Agustiar Sabran kesal dan memutuskan untuk menahan gaji pemain. Menurut manajer Tim, Sigit Wido, para pemain tampil setengah hati.
Keputusan manajemen menahan gaji rupanya tak diterima baik oleh para pemain. Mereka mengancam mogok main menjelang laga kontra Persipura Jayapura di Stadion Tuah Pahoe Palangkaraya, Senin (22/1/2024). Setelah dibujuk, pemain akhirnya mau turun lapangan.
Persipura Jayapura berhasil memanfaatkan kegalauan musuhnya. Mereka menggebuk Kalteng Putra dengan skor 2-1. Kalteng Putra yang sebelumnya memimpin Klasemen Grup D langsung melorot ke peringkat 4.
Pasca kekalahan itu, beredar surat pernyataan para pemain yang menolak tanding lantaran gaji tak dibayar. Kalteng Putra pun dibully habis-habisan oleh pendukungnya sendiri.
Kekesalan pihak manajemen memuncak. Buntut, para pemain dilaporkan ke Polda Kalteng pada Kamis (25/1/2024). Pihak manajemen menganggap pemain mencemarkan nama baik klub.
Satu hari setelah laporan masuk ke Polda, sebagai besar pemain memilih bubar. Mereka meninggalkan Mes Kalteng Putra FC di Wisma Liontine, Jalan Sangga Buana I No.32, Kelurahan Palangka, Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Jumat (26/1/2024).
Saat didatangi wartawan, mes itu sudah kosong. Salah satu pemain yang dihubungi wartawan, mengaku mereka sudah sepakat untuk meninggalkan klub.
Pemain yang enggan namanya disebutkan itu, menuturkan semua pemain sepakat untuk tidak turun main sebelum gaji dibayarkan. “Kita sudah bikin surat pernyataan yang mana itu sebelum ada pembayaran gaji, kita tidak akan melanjutkan permainan,” katanya, Jumat sore.
Kalteng Putra FC pernah berjaya dengan menjuarai Divisi Utama Liga Prima Indonesia (LPI) tahun 2012, saat masih bernama Persepar Palangkaraya. Persepar pun tampil di kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada tahun 2013.
Setelah berganti nama menjadi Kalteng Putra FC, tim ini tak pernah lagi menunjukkan tajinya. Kini malah harus melorot ke Liga 3. (VK1)
Klasemen Sementara Grup D Hingga Pekan 4
1. Persipura Jayapura – Poin 7
2. PSCS Cilacap – Poin 6
3. Persekat Tegal – Poin 5
4. Kalteng Putra – Poin 4


