PALANGKARAYA – Keberadaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi salah satu penopang perekonomian daerah, termasuk di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Guna mendukung keberadaan UMKM, maka kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalteng mendorong penguatan kualitas dan daya saing UMKM, agar mampu bersaing dengan produk impor serta menembus pasar ekspor.
“UMKM kita harus naik kelas dan mampu bersaing, tidak hanya di pasar lokal tetapi juga hingga ke pasar global,” kata Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Siti Nafsiah, Selasa (3/3/2026). Ia menegaskan, peningkatan daya saing tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan berbagai pihak.
Baca juga:
Anggota DPRD Kalteng Dukung Penggabungan Dinas PUPR dan Perkimtan
Susun Raperda Penyelesaian Konflik Pertanahan, DPRD Kalteng Gandeng Akademisi UPR
Menurutnya, dibutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan pelaku usaha agar pengembangan UMKM dapat berlangsung berkelanjutan di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. “Kolaborasi lintas sektor sangat penting supaya UMKM benar-benar berkembang dan tidak jalan di tempat,” ucapnya.
Siti mengungkapkan, aspirasi terkait penguatan UMKM banyak disampaikan masyarakat saat dirinya melaksanakan reses di sejumlah daerah pemilihan. Mayoritas pelaku usaha, lanjut dia, berharap pemerintah daerah terus hadir memberikan dukungan konkret terhadap pengembangan usaha mereka.
“Mayoritas pelaku usaha berharap pemerintah daerah terus hadir dan aktif mendukung pengembangan UMKM di daerah masing-masing,” ujarnya. Siti menilai, dukungan pemerintah tidak cukup hanya dalam bentuk bantuan permodalan.
Untuk itu, perlu adanya bantuan peralatan serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sektor usaha. “Ke depan dukungan harus lebih luas dan ditingkatkan, terutama sinergi antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat agar program berjalan maksimal,” kata srikandi Partai Golongan Karya itu. (VK1)


