PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Toga Hamonangan Nadeak, mengungkapkan jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan, dari Amin Jaya hingga Rantau Pulut, kondisinya memprihatinkan. Jalan yang menjadi urat nadi ekonomi masyarakat tersebut kini rusak parah, bahkan diperbaiki menggunakan dana hasil urunan warga.
Toga Hamonangan Nadeak mengatakan hal itu ditemukan saat Ia melakukan reses perseorangan ke daerah itu, beberapa waktu lalu. “Saya prihatin melihat bagaimana masyarakat harus menanggung sendiri beban infrastruktur yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah. Belum ada penanganan dari pemerintah provinsi sampai detik ini. Jadi mereka untuk memperbaiki jalan itu urunan, siapa yang punya mobil Rp500 ribu, yang punya truk Rp1 juta seperti itu,” kata Toga di Palangkaraya, Rabu (12/11/2025).
Anggota Komisi I itu menjelaskan, perbaikan dari pemerintah selama ini hanya dilakukan di sebagian kecil titik jalan, dan itupun bersifat sementara. “Yang ada ini pengaspalan cuman satu setengah kilo. Itu pun cuman di depan jalan yang memang datar. Jadi banyak lah memang persoalan di sana yang seharusnya pemerintah harus hadir,” ujarnya.
Legislator Fraksi NasDem Dapil II itu juga mempertanyakan data Pemerintah Provinsi Kalteng yang menyebut 87,33 persen jalan provinsi dalam kondisi mantap. “Dengan data yang ada 87,33 persen ini jalan yang mantap yang dilalui yang mana? Apakah hasil urunan masyarakat itu bagian jalan yang mantap 87,33 persen?” ucapnya
Bagi masyarakat Seruyan Tengah dan Seruyan Hulu, lanjut Toga, jalan ini tak hanya penting untuk akses ekonomi, tapi juga jalur penghubung menuju Kalimantan Barat. Namun hingga kini, perbaikannya belum masuk dalam rencana anggaran tahun 2026. “Jadi memang dilematis sekali kita lihat masyarakat khususnya Seruyan Tengah dan Seruyan Hulu. Pemerintah harusnya hadir untuk masyarakat di sana,” tutur Toga.
Ia menambahkan, warga kini harus bahu membahu memperbaiki jalan dengan dana pribadi serta meminjam alat berat dari perusahaan sekitar. “Bisa ditanyakan masyarakat di desa yang ada di Seruyan Tengah dan Seruyan Hulu bagaimana sakitnya mereka melewati jalan itu,” kata dia.
Dengan nada penuh harap, Toga meminta pemerintah provinsi segera memperhatikan kondisi tersebut. Agar masyarakat di sana pun dapat merasakan kehadiran pemerintah provinsi Kalteng. (VK1)


