PALANGKARAYA – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Sutik (Kalteng) mendorong pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sektor pertambangan, sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sutik mengatakan, selama ini potensi tambang Kalteng sangat luar biasa, tapi manfaatnya belum banyak dirasakan daerah. Kalau dikelola lewat BUMD, tentu hasilnya bisa jauh lebih optimal.
Hal itu disampaikan Sutik, Jumat (27/3/2026). Menurutnya, potensi sumber daya alam di Kalteng, khususnya sektor tambang, masih belum dimanfaatkan secara maksimal oleh daerah. Sebab, sebagian besar pengelolaan tambang masih didominasi perusahaan dari luar daerah, sehingga kontribusinya terhadap PAD dinilai belum optimal.
“Kita tidak boleh terus jadi penonton di rumah sendiri. Dengan BUMD, daerah bisa ikut mengambil peran strategis, tapi tentu harus dikelola dengan baik dan transparan,” ucapnya. Sutik menilai pembentukan BUMD menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran daerah dalam pengelolaan sumber daya alam. Selain meningkatkan PAD, langkah ini juga diharapkan memberi dampak langsung bagi masyarakat sekitar.
“Karena itu, tata kelola dan pengawasan harus kuat. Kalau benar-benar diawasi, saya yakin kontribusinya bagi PAD bisa luar biasa,” ujarnya. Ia menekankan, keberhasilan BUMD sangat bergantung pada manajemen yang profesional dan sistem pengawasan yang ketat. Dengan pengelolaan yang tepat, sektor tambang diyakini dapat menjadi sumber pendapatan unggulan bagi daerah. “BUMD ini bukan sekadar bisnis, tapi strategi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan daerah,” pungkas Sutik. (VK1)


